Di zaman sekarang, kebutuhan akan sumber energi listrik terasa sangat berarti. Selain untuk penerangan, hal-hal lain yang melekat pada aktivitas sehari-hari kita seakan tidak pernah bisa lepas dari sumber energi ini.
Ambil saja satu contoh kegiatan orang di rumah dalam satu hari penuh. Mulai dari mandi dengan menggunakan pompa air agar bak mandi terisi penuh dengan air, mencuci pakaian dengan mesin cuci, menanak nasi dengan menggunakan rice cooker, menyetrika pakaian, menonton televisi, sampai mengisi daya baterai gadget.
Kebiasaan tersebut berbanding terbalik jauh sebelum listrik bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia.
Dulu, ketika penerangan masih menggunakan lampu tempel dengan bahan bakar minyak tanah atau lampu petromak untuk sebagian orang yang mampu, hanya radio saja yang menggunakan sumber energi listrik itupun dengan baterai sekali pakai sebagai sumber energinya.
Tak ada yang dikeluhkan tentang listrik dalam kehidupan waktu itu, hanya harga minyak tanah yang melambung saja yang dikeluhkan untuk urusan rumah tangga sehari-harinya. Bagaimana tidak, kesehariannya, mulai dari mandi dengan air pancuran ataupun mengkatrol air dari sumur, memasak dengan kayu bakar atau dengan kompor minyak tanah, menyetrika dengan menggunakan gosokan yang diisi dengan arang yang membara, sampai di waktu istirahat hiburannya dengan mendengarkan radio baterai.
Namun lain dulu lain sekarang, di saat listrik sudah menjadi bagian dari hidup kita saat ini, ada pemadaman beberapa menit atau beberapa jam saja masyarakat akan mati gaya, tak ada yang bisa dilakukan, hanya memainkan gadget saja yang kebetulan baterainya masih full.
Dari kedekatan hubungan listrik dengan kehidupan kita terkadang ada yang membuat kita sebagai pengguna listrik merasa tidak nyaman, seperti saya misalnya. Beberapa hari kebelakang, saya merasa ada yang tidak beres dengan aliran listrik di rumah. Setiap pagi saat menyalakan pompa air, terdengar suara aneh pada mesin pompa tersebut, sesekali terdengar mesin pompanya kasar dan sepertinya putarannya melemah. Namun saya berpikir waktu itu mesin pompanya memang sudah tua dan perlu diganti. Jadi, itu tidak dijadikan masalah yang harus diselesaikan di hari itu juga.
Tapi setelah pompa air, di malam hari, kipas angin di rumah juga mengalami hal yang sama. Putarannya terkadang melemah dan tidak memberikan angin yang cukup ke dalam ruangan. Hal ini dibarengi dengan sempat meredupnya lampu kamar setiap kali putaran kipas angin melemah. Ini sepertinya ada yang tidak normal.
Keesokan harinya, saya bicarakan juga dengan istri lalu saya perlihatkan apa yang saya alami. Waktu itu sore hari saya perlihatkan pada istri, putaran kipas sesekali melemah dibarengi meredupnya lampu ruangan.
Rasa penasaran tertuju pada aliran listrik di rumah saya. Tapi apa yang harus kami perbuat? Masalah listrik, saya termasuk orang yang tidak mau berurusan dengan itu. Istri pun begitu. Minta bantuan tetangga, sepertinya perlu dicoba, tapi rasa takut terjadi apa-apa pada tetangga yang dimintai bantuannya pun mengurungkan niat tersebut. Lalu, apa yang kami lakukan?
Teringat pada tulisan 123 yang biasa terpampang di kantor-kantor PLN, akhirnya kami memutuskan mencoba menghubungi nomor tersebut.
Awalnya saya coba menghubungi dengan menekan nomor 123 di handphone saya. Tapi apa yang terjadi, ternyata itu adalah layanan pelanggan provider kartu sim yang saya gunakan. 😤
Sepertinya harus menggunakan kode area terlebih dahulu disusul angka 123 tersebut. Selanjutnya, saya coba pakai kode area Jakarta, karena saya pikir layanan ini berpusat di Jakarta. Jadi, saya tekan 021123. Dan apa yang terjadi?
Yes, ternyata memang harus seperti itu caranya, nomor yang saya tekan benar terhubung ke nomor layanan PLN. Tanpa pilih-pilih menu lain saya langsung menekan nomor pilihan yang disarankan untuk layanan pengaduan.
Saya sampaikan apa yang saya alami mengenai listrik di rumah. Kemudian petugas menanyakan apakah hal tersebut terjadi juga di rumah tetangga. Untuk masalah yang saya alami saya tidak tahu apakah terjadi juga di rumah tetangga, jadi saya hanya menjawab mungkin di rumah saya saja yang terjadi gangguan listrik tersebut.
Setelah keluhan dicatat oleh petugas dan percakapan akan diakhiri, saya sempat menanyakan mengenai biaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Petugas layanan PLN menjawab dengan tegas bahwa tidak ada biaya sepeser pun untuk penyelesaian masalah tersebut dan menghimbau untuk tidak memberikan tip dalam bentuk apapun. Wiiiih mantap, gratis nih...
Tak berselang lama setelah menghubungi layanan 123 PLN, handphone berdering dan terlihat nomor asing sedang menghubungi. Saat diterima, ternyata nomor itu adalah nomor petugas PLN wilayah kota tempat tinggal saya. Mereka memverifikasi keluhan dan data pelanggan PLN serta menanyakan lokasi rumah saya.
Setibanya di rumah, petugas langsung melakukan pengecekan voltase pada meter (MCB) listrik token di rumah saya dengan menekan beberapa nomor pada MCB. Benar saja, tegangan listrik ke rumah saya memang bermasalah, voltasenya kurang dari 220 volt.
Singkat cerita, petugas memperbaiki jalur kabel listrik ke rumah saya dan akhirnya, aliran listrik di rumah saya kembali normal. Tak ada lagi pompa air yang berbunyi aneh, tak ada lagi putaran kipas angin yang melemah dan tak ada lagi lampu-lampu ruangan yang tiba-tiba meredup. Listrik di rumah akhirnya kembali normal.
Bagi pembaca yang mengalami hal yang sama, jangan ragu dan jangan sungkan untuk menghubungi layanan 123 PLN, serahkan pada petugas PLN untuk mengatasi permasalahan listrik di rumah Anda.
Terimakasih!
Semoga bermanfaat!
Kebiasaan tersebut berbanding terbalik jauh sebelum listrik bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia.
Dulu, ketika penerangan masih menggunakan lampu tempel dengan bahan bakar minyak tanah atau lampu petromak untuk sebagian orang yang mampu, hanya radio saja yang menggunakan sumber energi listrik itupun dengan baterai sekali pakai sebagai sumber energinya.
Tak ada yang dikeluhkan tentang listrik dalam kehidupan waktu itu, hanya harga minyak tanah yang melambung saja yang dikeluhkan untuk urusan rumah tangga sehari-harinya. Bagaimana tidak, kesehariannya, mulai dari mandi dengan air pancuran ataupun mengkatrol air dari sumur, memasak dengan kayu bakar atau dengan kompor minyak tanah, menyetrika dengan menggunakan gosokan yang diisi dengan arang yang membara, sampai di waktu istirahat hiburannya dengan mendengarkan radio baterai.
Namun lain dulu lain sekarang, di saat listrik sudah menjadi bagian dari hidup kita saat ini, ada pemadaman beberapa menit atau beberapa jam saja masyarakat akan mati gaya, tak ada yang bisa dilakukan, hanya memainkan gadget saja yang kebetulan baterainya masih full.
Dari kedekatan hubungan listrik dengan kehidupan kita terkadang ada yang membuat kita sebagai pengguna listrik merasa tidak nyaman, seperti saya misalnya. Beberapa hari kebelakang, saya merasa ada yang tidak beres dengan aliran listrik di rumah. Setiap pagi saat menyalakan pompa air, terdengar suara aneh pada mesin pompa tersebut, sesekali terdengar mesin pompanya kasar dan sepertinya putarannya melemah. Namun saya berpikir waktu itu mesin pompanya memang sudah tua dan perlu diganti. Jadi, itu tidak dijadikan masalah yang harus diselesaikan di hari itu juga.
Tapi setelah pompa air, di malam hari, kipas angin di rumah juga mengalami hal yang sama. Putarannya terkadang melemah dan tidak memberikan angin yang cukup ke dalam ruangan. Hal ini dibarengi dengan sempat meredupnya lampu kamar setiap kali putaran kipas angin melemah. Ini sepertinya ada yang tidak normal.
Keesokan harinya, saya bicarakan juga dengan istri lalu saya perlihatkan apa yang saya alami. Waktu itu sore hari saya perlihatkan pada istri, putaran kipas sesekali melemah dibarengi meredupnya lampu ruangan.
Rasa penasaran tertuju pada aliran listrik di rumah saya. Tapi apa yang harus kami perbuat? Masalah listrik, saya termasuk orang yang tidak mau berurusan dengan itu. Istri pun begitu. Minta bantuan tetangga, sepertinya perlu dicoba, tapi rasa takut terjadi apa-apa pada tetangga yang dimintai bantuannya pun mengurungkan niat tersebut. Lalu, apa yang kami lakukan?
Teringat pada tulisan 123 yang biasa terpampang di kantor-kantor PLN, akhirnya kami memutuskan mencoba menghubungi nomor tersebut.
Layanan PLN 123
![]() |
| Sumber gambar: pln.co.id |
Sepertinya harus menggunakan kode area terlebih dahulu disusul angka 123 tersebut. Selanjutnya, saya coba pakai kode area Jakarta, karena saya pikir layanan ini berpusat di Jakarta. Jadi, saya tekan 021123. Dan apa yang terjadi?
Yes, ternyata memang harus seperti itu caranya, nomor yang saya tekan benar terhubung ke nomor layanan PLN. Tanpa pilih-pilih menu lain saya langsung menekan nomor pilihan yang disarankan untuk layanan pengaduan.
Pencatatan Data & Keluhan Pelanggan
Proses menunggunya tidak lama, selang beberapa detik saja saya langsung terhubung dengan petugas call center PLN. Seperti halnya layanan call center lain, identitas penelepon ditanyakan untuk data mereka, kemudian dilanjutkan dengan keluhan yang ingin disampaikan.Saya sampaikan apa yang saya alami mengenai listrik di rumah. Kemudian petugas menanyakan apakah hal tersebut terjadi juga di rumah tetangga. Untuk masalah yang saya alami saya tidak tahu apakah terjadi juga di rumah tetangga, jadi saya hanya menjawab mungkin di rumah saya saja yang terjadi gangguan listrik tersebut.
Setelah keluhan dicatat oleh petugas dan percakapan akan diakhiri, saya sempat menanyakan mengenai biaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Petugas layanan PLN menjawab dengan tegas bahwa tidak ada biaya sepeser pun untuk penyelesaian masalah tersebut dan menghimbau untuk tidak memberikan tip dalam bentuk apapun. Wiiiih mantap, gratis nih...
Tak berselang lama setelah menghubungi layanan 123 PLN, handphone berdering dan terlihat nomor asing sedang menghubungi. Saat diterima, ternyata nomor itu adalah nomor petugas PLN wilayah kota tempat tinggal saya. Mereka memverifikasi keluhan dan data pelanggan PLN serta menanyakan lokasi rumah saya.
Respon dan Penanganannya Cepat
Kurang dari satu jam, petugas lapangan PLN datang menghampiri rumah saya. Ini patut diacungi jempol untuk pelayanannya. Selain cepat, mereka juga tidak mengenal waktu untuk memperbaiki listrik yang bermasalah. Waktu itu mereka tiba di rumah saya jam 18:00 WIB, padahal saya sendiri berpikir masalah listrik di rumah akan diperbaiki esok hari setelah saya memberikan laporan.Setibanya di rumah, petugas langsung melakukan pengecekan voltase pada meter (MCB) listrik token di rumah saya dengan menekan beberapa nomor pada MCB. Benar saja, tegangan listrik ke rumah saya memang bermasalah, voltasenya kurang dari 220 volt.
Singkat cerita, petugas memperbaiki jalur kabel listrik ke rumah saya dan akhirnya, aliran listrik di rumah saya kembali normal. Tak ada lagi pompa air yang berbunyi aneh, tak ada lagi putaran kipas angin yang melemah dan tak ada lagi lampu-lampu ruangan yang tiba-tiba meredup. Listrik di rumah akhirnya kembali normal.
Rp 0,- untuk Biaya Penanganannya
Bagaimana dengan biayanya? Sesuai yang diinformasikan petugas layanan call center PLN, semuanya gratis tanpa biaya lho. Namun, yang namanya kita mengundang orang untuk datang memperbaiki jalur listrik di rumah, tentunya bukan hal yang tabu jika kita "menyuguhi" tamu tersebut.Laporkan Masalah Listrik Rumah ke Nomor 123
Itulah pengalaman saya tentang masalah listrik di rumah, ternyata tegangan atau voltase listrik di rumah mengalami penurunan dan mengakibatkan alat-alat elektronik di rumah bekerja tidak stabil. Jika tidak segera diatasi, alat-alat elektronik di rumah akan rusak semua.Bagi pembaca yang mengalami hal yang sama, jangan ragu dan jangan sungkan untuk menghubungi layanan 123 PLN, serahkan pada petugas PLN untuk mengatasi permasalahan listrik di rumah Anda.
Terimakasih!
Semoga bermanfaat!
